Konseling Kelompok Deteni: Stress & Coping Stress

Upaya Berkelanjutan Menjaga Stabilitas Emosional selama Masa Detensi
Pada Rabu, 11 Februari 2026, Divisi Psikologi Rumah Detensi Imigrasi Jakarta melaksanakan kegiatan konseling kelompok bagi para deteni sebagai bagian dari program pembinaan dan pendampingan psikososial. Kegiatan ini merupakan upaya berkelanjutan untuk menjaga kesehatan mental serta stabilitas emosional deteni selama menjalani masa detensi, sekaligus menciptakan lingkungan hunian yang lebih kondusif dan humanis.
Dalam sesi yang berlangsung interaktif, para peserta memperoleh pemahaman komprehensif mengenai stres, mulai dari pengertian, faktor pemicu, hingga dampaknya terhadap kesehatan fisik maupun mental. Para deteni juga diajak untuk mengenali respons emosional yang muncul ketika menghadapi tekanan, serta didorong untuk berbagi pengalaman dalam suasana yang aman, terbuka, dan suportif. Pendekatan partisipatif ini bertujuan membangun rasa percaya diri sekaligus memperkuat dukungan sosial antar peserta.
Melalui diskusi kelompok dan latihan praktis, konselor membekali deteni dengan berbagai strategi coping positif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Strategi tersebut meliputi teknik relaksasi pernapasan untuk meredakan ketegangan, pengelolaan pikiran negatif secara konstruktif, penyusunan rutinitas harian yang sehat, serta pentingnya menjaga komunikasi dan dukungan sosial sebagai faktor pelindung kesehatan mental. Kegiatan ini tidak hanya membantu deteni dalam mengelola tekanan secara lebih adaptif, tetapi juga menumbuhkan rasa kebersamaan, empati, dan saling pengertian antar sesama deteni. Suasana kelompok yang suportif diharapkan mampu menjadi ruang aman bagi deteni untuk mengekspresikan diri secara positif.
Ke depannya, Rudenim Jakarta berkomitmen untuk terus menghadirkan program pembinaan psikososial yang berkelanjutan, terstruktur, dan berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan. Melalui langkah ini, diharapkan tercipta lingkungan detensi yang semakin kondusif, bermartabat, serta mendukung kesejahteraan mental seluruh deteni secara optimal.
Peduli Mental, Peduli Sesama.
